Hukum Islam Menjual Barang Haram

By | 24 Januari 2018

Tanya:

Bolehkah kita menjual barang yang diharamkan oleh Allah? Hanya menjual. Kita sendiri tidak memakai atau mengkonsumsi.
Terima kasih.

Jawab:

Terdapat beberapa benda yang diharamkan dimakan oleh Allah SWT seperti daging babi, bangkai, dan darah. Ada pula yang diharamkan meminumnya, seperti khamr. Ada pula barang yang diharamkan memasangnya seperti patung. Ada pula barang yang diharamkan pembuatannya seperti lukisan bernyawa. Benda-benda seperti itu telah ditegaskan keharamannya dalam banyak nash.

Allah SWT tidak hanya mengharamkan benda-benda tersebut saja, melainkan juga Dia mengharamkan menjualbelikannya. Sebab, harga hasil dari penjualannya itu haram.

Jabir menyatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الخَمْرِ، وَالمَيْتَةِ وَالخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ» ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ شُحُومَ المَيْتَةِ، فَإِنَّهَا يُطْلَى بِهَا السُّفُنُ، وَيُدْهَنُ بِهَا الجُلُودُ، وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ؟ فَقَالَ: «لاَ، هُوَ حَرَامٌ» ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ: «قَاتَلَ اللَّهُ اليَهُودَ إِنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ، ثُمَّ بَاعُوهُ، فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ»

Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual khamr, bangkai, babi, dan berhala. Beliau pun ditanya oleh para sahabat: ‘Wahai, Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang lemak bangkai. Sungguh lemak tersebut dapat menambal perahu, melumuri kulit, dan dapat menerangi masyarakat (menjadi minyak) ?’ Beliau segera menjawab: Tidak, itu haram. Seraya melanjutkan, ‘Semoga Allah memerangi Yahudi. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan lemak namun mereka merubahnya menjadi indah, lalu menjualnya dan memakan uangnya.’” (HR. Bukhari No. 2236, Maktabah Syamilah).

Anas juga menceritakan bahwa pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw. dan berkata,

إِنَّهُ قَدْ كَانَ عِنْدِي مَالُ يَتِيمٍ، فَاشْتَرَيْتُ بِهِ خَمْرًا، أَفَتَرَى أَنْ أَبِيعَهُ، فَأَرُدَّ عَلَى الْيَتِيمِ مَالَهُ؟

‘Sesungguhnya aku menyimpan harta anak yatim lalu aku beli khamr dengan harta itu, apakah aku harus menjualnya kembali untuk mengembalikan hartanya?’

Maka Rasulullah saw. bersabda:

قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِمُ الشُّحُومُ، فَبَاعُوهَا، وَأَكَلُوا أَثْمَانَهَا

‘Semoga Allah membinasakan kaum Yahudi, telah diharamkan atas mereka lemak, lalu mereka menjualnya dan memakan hasil penjualannya.’ Rasulullah saw tidak mengizinkan aku menjual khamr,” (HR Ibnu Hibban No. 4945, Ahmad (III/217), ‘Abdurrazzaq no. 16970 dan Abu Ya’la no. 3034]).

Dalam lafazh musnad Imam Ahmad disebutkan,

وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَيْءٍ ، حَرَّمَ ثَمَنَهُ

Sesungguhnya jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan memakan sesuatu, maka Dia pun melarang upah (hasil penjualannya)” (HR. Ahmad 1: 293. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Oleh karenanya segala makanan atau minuman yang diharamkan, maka diharamkan pula jual belinya semisal jual beli hewan buas yang bertaring, darah, anjing, burung yang bercakar, hewan jalalah (yang mengkonsumsi najis), tikus, ular, semut dan katak.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *