Meletakkan Makna Mubazir yang sebenarnya

By | 3 November 2018

Makna Tabzir (Mubazir) Secara Bahasa

التبذير: التفريق، مصدر بذَّر تبذيرًا، وأصله إلقاء البذر وطرحه، فاستعير لكلِّ مضيع لماله، وبذر ماله: أفسده وأنفقه في السرف. وكل ما فرقته وأفسدته، فقد بذرته، والمباذر والمبذِّر: المسرف في النفقة؛ وأصل هذه المادة يدلُّ على نثر الشيء وتَفْرِيقه

At Tabzir artinya pemecah-belahan, sebagai mashdar dari badzara – tabziran. Makna aslinya, melempar bibit. Kata ini juga dipakai untuk mengatakan segala bentuk penyia-nyiaan harta. “badzara maalahu” artinya ia merusak hartanya atau membelanjakannya secara berlebihan. Juga dipakai untuk menyebutkan segala bentuk pemecah-belahan harta dan perusakan harta, maka ia dikatakan “badzarahu“. Al Mubaadzir atau al mubadziir, artinya orang yang berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta. Dan asal makna dari kata ini menunjukkan pada sikap perusakan terhadap sesuatu dan pemecah-belahan terhadapnya (Maqayis Al Lughah, 1/216, Al Mufradat fi Gharibil Qur’an, 114, Lisanul Arab 9/148)

Makna Tabzir (Mubazir) Secara Istilah Syar’i
Imam Asy Syafi’i menyatakan,

التبذير إنفاق المال في غير حقِّه

At Tabzir artinya membelanjakan harta tidak sesuai dengan hak (peruntukan) harta tersebut (Al Jami li Ahkam Al Qur’an, 10/247).

sebagian pendapat menyatakan,

التبذير صرف الشيء فيما لا ينبغي

At Tabzir artinya membelanjakan untuk sesuatu yang tidak selayaknya dibelanjakan (At Ta’rifat, 24, Al Kuliyat, 113)

sebagian pendapat menyatakan,

هو تفريق المال على وجه الإسراف

At Tabzir artinya memecah-belah harta dalam bentuk yang termasuk berlebih-lebihan (At Ta’rifat, 51, At Taufiq ‘alal Muhimmat At Ta’arif, 90, Lisanul Arab, 4/50)

Jelas makna mubazir untuk pembelanjaan harta yang berlebihan.

Bagaimana dengan pembelaan terhadap agama dan keyakinan tentu tidaklah demikian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *