Tiga Macam Infak

By | 10 Desember 2018

1. ISROF (إِسْرَافٌ), yaitu infak dalam perkara yang haram. Siapa yang menafkahkan satu dirham untuk membeli khamr atau berjudi atau menyuap, maka hukumnya HARAM.

2. TAQTIR (تَقْتِيْرٌ), yaitu mencegah berinfak dalam sesuatu yang wajib. Siapa yang mencegah dari menyerahkan satu dirham yang terkena hak dari zakat hartanya, atau ia melarang memberi nafkah kepada orang yang wajib dinafkahinya, maka hukumnya HARAM.

3. QAWAM (قَوَامٌ), yaitu infak sesuai hukum-hukum Islam, sedikit atau banyak. Siapa yang memotong unta untuk seorang tamunya atau ia menyuguhkan sepotong roti pada tamunya, baik tamu itu orang kaya atau melarat, maka hal tersebut adalah boleh (TIDAK HARAM).

—-**—-

Inilah maksud dari ayat:

وَالَّذِيْنَ اِذَاۤ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,” (QS. Al-Furqan 25: Ayat 67)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *