Bagaimana Sistem Ekonomi Kapitalis Yang Curang Bekerja di Amerika?

By | 5 November 2019

Jika banyak warga Amerika bermimpi bahwa dengan kerja keras, mereka bisa mendapatkan kesejahteraan dan mendapatkan keamanan finansial itu terbukti sesuatu yang keliru. Calon Presiden AS dari partai Demokrat, Bernie Sanders mengatakan bahwa 58 % dari pendapatan baru masuk ke kantong orang-orang super kaya yang berjumlah hanya 1%. Inilah yang disebut sebagai rigged economy (ekonomi curang).

Dalam ekonomi yang curang ini, orang-orang yang kaya akan semakin kaya dan menggunakan uang mereka untuk mempengaruhi para politisi yang kemudian membuat kebijakan yang bisa menjaga kedudukan orang-orang kaya itu untuk memastikan bahwa kekayaan mereka akan naik terus.

Satu persen orang Amerika memiliki hampir sebanyak harta dari 90% orang dan mereka mampu memastikan agar sistem ekonomi tetap mengalirkan uang mereka ke satu arah: ke atas. Pada tahun 70-an seorang CEO memperoleh pendapatan 30 kali lipat uang karyawannya, namun sekarang mereka bisa mendapatkan 300 kali lipat uang lebih besar dari karyawannya sementara upah para karyawannya itu tetap.

Sebenarnya penyesuaian karena inflasi, dan gaji bagi kebanyakan orang benar-benar telah turun sejak tahun 2009.

Tapi kan setidaknya orang-orang super kaya itu membayar pajak, bukan? Tidak juga.

Kebanyakan orang mendapatkan uang dari gaji tapi orang-orang super kaya mendapatkan uang dari investasi yang dikenal sebagai capital gain dan meskipun dengan cara itu mereka banyak mendapatkan uang, mereka dikenakan pajak dengan tingkat yang jauh lebih rendah dari upah.

Dan berbicara soal pajak,  perusahaan-perusahaan super kaya dan besar memiliki uang untuk membayar para ahli akuntan untuk membantu mereka mengambil keuntungan dari semua jenis celah dan membayar pajak dengan  jumlah sekecil mungkin. Dengan jumlah uang yang mereka simpan, perusahaan-perusahaan besar dan orang-orang kaya memiliki banyak uang untuk terlibat dalam sistem politik untuk mempengaruhinya.

Namun, di sisi lain para politisi mengandalkan sumbangan untuk membiayai kampanye mereka. Di Amerika, karena keputusan Mahkamah Agung keputusan di tingkat Citizens United perusahaan mampu mengeluarkan jumlah uang yang tidak terbatas dalam pemilihan umum dengan menggunakan Super Pac.

Di sini kita berbicara mengenai puluhan juta dolar. Sedangkan maksimum uang yang dapat diberikan oleh individu memang hanya $ 5000 … jika mereka punya uang sebanyak itu. Lalu, jangan anggap uang akan berhenti setelah suara dihitung. Para pelobi untuk bisnis dan Wall Street akan membujuk para politisi dan mempengaruhi undang-undang kadang-kadang bahkan mereka menulis undang-undang itu.

Anda ingat tahun 2008 ketika bank-bank menyebabkan keruntuhan ekonomi ? Kongress menulis UU yang disebut Dodd-Frank Act untuk mengatur bank-bank dan memastikan mereka tidak bisa melakukan hal yang sama lagi tapi bank-bank besar mendorong hal itu agar bisa terjadi lagi. Dan mereka menang.

Menurut Mersha Baradaran, pengarang buku “How the Other Half Bank?” mengatakan, versi akhir dari RUU yang keluar dari Kongres diketahui persis sama dengan usulan dari Citibank sehingga pada kenyataannya UU itu tidak berubah sama sekali. Citibank mengatakan ini adalah apa yang kami inginkan dan RUU itulah yang disahkan.

Inilah apa yang terjadi : jutaan orang Amerika kehilangan pekerjaan dan ratusan ribu rumah disita, sementara rekening pensiun disita dan prospek pekerjaan baru menjadi suram bagi para mahasiswa yang baru lulus.

Tindakan sembrono Wall Street menghancurkan ekonomi Amerika tapi hampir tidak ada seorangpun yang dipenjara. Bahkan sebenarnya yang terjadi adalah pemerintah Amerika malah menalangi (membail out) hutang banyak perusahaan-perusahaan besar dengan menggunakan triliunan dolar uang pajak kita. Dan meskipun keuntungannya meningkat Wall Street masih disubsidi oleh para pembayar pajak. Dan itu tidak mengejutkan mengingat adanya pintu dua arah antara Washington dan Wall Street. Anda akan dapatkan seorang mantan pejabat Wall Street yang kemudian bekerja di pemerintah dan mengatur bank-bank atau pejabat pemerintah yang pindah melakukan pekerjaan di Wall Street sehingga jika ekonomi curang berjalan dengan cara di mana uang dan politik akhirnya melayani orang-orang super kaya lalu siapa yang peduli dengan nasib rata-rata orang Amerika? (Riza)

 

Sumber : Al Jazeera Plus (6/4/2016)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *