Category Archives: Fiqih Muamalah

Muslim Menjual Peralatan Ibadah Bagi Agama Lain, Bolehkah?

Tanya : Ustadz, bagaimana hukumnya seorang muslim menjual alat ibadah untuk agama lain? Di tempat kami ada muslim yang menjual kerajinan anyaman bambu untuk tempat sesajen bagi orang Hindu? (Sulaiman, Banyuwangi) Jawab : Haram hukumnya seorang muslim menjual segala bentuk peralatan atau sarana ibadah bagi penganut agama lain. Misal, pohon cemara untuk dijadikan pohon Natal… Read More »

Maysir dan Undian

MAYSIR DAN UNDIAN Oleh : M. Shiddiq Al-Jawi Makna Bahasa Maisir dan Undian Maisir dan qimar adalah dua kata dalam bahasa Arab yang artinya sama, dan diindonesiakan menjadi judi. Ibnu Katsir menyatakan bahwa kata maisir dalam QS Al-Maaidah : 90 artinya sama dengan qimar (judi) (Tafsir Ibnu Katsir, II/92). Adapun undian, bahasa Arabnya adalah qur`ah.… Read More »

Hukum Jalan Santai Berhadiah

Diasuh Oleh: Ust M Shiddiq Al Jawi Tanya : Ustadz, apa hukumnya jalan santai berhadiah? Para peserta membayar uang pendaftaran, hadiah bagi pemenang berasal dari uang pendaftaran, dan pemenang ditentukan dengan cara diundi. (Mochamad Mufti, Yogyakarta). Jawab : Jalan santai berhadiah tersebut dan aktivitas-aktivitas lain yang semisal itu, hukumnya haram karena termasuk judi (al maisir, al qimar).… Read More »

Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek

Tanya : Ustadz, sekarang ada layanan delivery makanan dengan ojek secara on-line. Setelah pasang aplikasi layanan tersebut di HP, kita bisa pesan makanan di suatu restoran. Pihak ojek akan membelikan dan menalangi dulu, lalu makanan diantar kepada kita. Apakah itu boleh? (Ari Rahman, Jember) Jawab : Layanan pesan-antar (delivery) makanan dengan ojek adalah layanan yang diberikan… Read More »

Zakat, Pilar Membangun Masyarakat

Oleh:  Najmah Saiidah Tidak dapat kita pungkiri,  bahwa angka kemiskinan negeri ini semakin terus meningkat.   Ironis memang, di negeri yang sangat melimpah sumber daya alamnya bahkan dikenal dengan ‘negeri agraris’ jumlah kemiskinan semakin tinggi.  Ternyata, potensi tersebut tidak mampu dimanfaatkan dengan baik untuk membangun pilar-pilar kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, hampir di setiap pelosok negeri, terjadi eksploitasi alam… Read More »

BPJS Bukan Saja Tidak Sesuai Syariah, Tapi Juga Haram

Oleh: KH Hafidz Abdurrahman [Ketua Lajnah Tsaqafiyyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia] Pro-Kontra tentang BPJS kembali mencuat minggu lalu, setelah MUI menyatakan haram, melalui fatwa yang dikeluarkan dalam Ijtima’ MUI di Tegal beberapa waktu lalu. Meski kemudian melunak, setelah ada beberapa pihak yang menolak mengharamkannya, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ketua PBNU, Said Aqil Siradj. MUI pun kemudian menyatakan,… Read More »

Jaminan Kesehatan dalam Islam

[Al-Islam edisi 766, 22 Syawal 1436 H – 7 Agustus 2015 M] Berbagai media memberitakan MUI yang memfatwakan haram sistem BPJS Kesehatan. Pro-kontra pun muncul. Namun, pemberitaan itu sudah ‘diluruskan’ oleh Ketua MUI Din Syamsudin. Din Syamsudin (Kompas.com, 1/8) menegaskan, tidak ada pernyataan “haram” di dalam hasil kesimpulan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia Tahun… Read More »

BPJS Haram , Negara Wajib Jamin Kesehatan Gratis!

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan penyelenggaraan BPJS Kesehatan saat ini tidak sesuai dengan syariah karena mengandung unsur gharar, maisir dan riba. Apakah masalahnya hanya itu? Atau adakah masalah yang lebih mendasar lagi? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan mediaumat.com Joko Prasetyo dengan DPP Hizbut Tahrir Indonesia dan juga Mudir Ponpes Hamfara, Bantul, DIY KH Shiddiq Al… Read More »

Ma’al Hadīts Syarīf: Perlakuan Terhadap Akad, Transaksi dan Ketetapan Sebelum Berdirinya Khilafah

Abu Dawud meriwayatkan dalam Sunan-nya, ia mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Abu Ya’kub, telah menceritakan kepada kami Musa bin Dawud, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muslim, dari ‘Amr bin Dinar, dari Abu Sya’tsa’ dari Ibnu Abbas yang berkata bahwa Nabi saw bersabda: «كُلُّ قَسْمٍ قُسِمَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَهُوَ عَلَى مَا قُسِمَ لَهُ وَكُلُّ… Read More »

Simsar

As-Simsâr bentuk jamaknya as-samâsirah. Menurut al-Laits seperti dikutip oleh Ibn Manzhur dalam Lisân al-‘Arab dan menurut al-Khathabi dalam Ma’âlim as-Sunan, kata as-simsâr berasal dari non-Arab, yakni dari Persia, lalu diarabkan. Pada zaman itu, di antara orang yang menyelesaikan penjualan dan pembelian itu, banyak orang ‘ajam (non-Arab). Orang Arab mendapatkan sebutan itu dari mereka. Qadhi Iyadh di dalam Masyâriq al-Anwâr ‘ala Shihâh al-Atsâr mengatakan, as-simsâr pada asalnya berarti orang… Read More »