Category Archives: Jual Beli

Jual Beli Emas dengan Kredit

  KH Hafidz Abdurrahman Mengenai hukum jual beli emas secara angsuran, ulama berbeda pendapat. Perbedaan tersebut berkisar pada pendapat. Pertama, haram, atau dilarang ini merupakan pendapat mayoritas fuqaha baik dari kalangan mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, maupun Hambali. Kedua, boleh, mubah. Ini merupakan pendapat Ibn Taimiyah, dan muridnya, ibn Qayyim al-Jauziyyah, dan ulama kontemporer yang sependapat… Read More »

Batas Maksimal Laba Perdagangan

BATAS MAKSIMAL LABA PERDAGANGAN Tanya : Ustadz, apakah dalam syariah Islam ada batas maksimal laba dalam perdagangan, misalnya 30 persen atau 100 persen? Muhammad, Bogor Jawab : Yang dimaksud dengan “laba” (ar ribhu, profit) adalah tambahan dana yang diperoleh sebagai kelebihan dari beban biaya produksi atau modal. (Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al Fuqaha, hlm.… Read More »

Hukum Cash on Delivery (COD)

HUKUM COD (CASH ON DELIVERY) Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi Tanya Ustadz, mau bertanya, tentang hukum COD _(cash on delivery),_ apakah boleh? (Nurul, Kaltim) Jawab COD (cash on delivery) adalah suatu metode pembayaran dalam jual beli online dimana konsumen membayar barang pada saat barang yang dipesan tiba di alamat pembeli atau di suatu… Read More »

Laba Maksimal dalam Perdagangan

BATAS MAKSIMAL LABA PERDAGANGAN Tanya : Ustadz, apakah dalam syariah Islam ada batas maksimal laba dalam perdagangan, misalnya 30 persen atau 100 persen? Muhammad, Bogor Jawab : Yang dimaksud dengan “laba” (ar ribhu, profit) adalah tambahan dana yang diperoleh sebagai kelebihan dari beban biaya produksi atau modal. (Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al Fuqaha, hlm.… Read More »

Hukum Jual Beli Kredit (Cicilan) dan Uang Muka

Diasuh Oleh: Ust M Shiddiq Al Jawi Tanya : Ustadz, sebenarnya bagaimana hukum jual beli secara kredit (cicilan) dan uang muka (DP) dalam Islam? (Arina) Jawab : Jual beli kredit dalam fiqih dikenal dengan istilah al-bai` bi ad-dain atau al-bai` bi at-taqsith, atau al-bai’ li-ajal. Semuanya berarti jual beli dengan penyerahan barang pada saat akad,… Read More »

Jaminan Barang dalam Jual Beli

  Oleh : Ustadz Muhammad Shiddiq Al Jawie Dalam jual beli kredit (bai’u at-taqsith) penjual boleh mensyaratkan jaminan/agunan (rahn) dari pembeli. (Adnan Sa’duddin, Bai’u At-Taqsith wa Tathbiqatuha al-Mu’ashirah, hal. 187). Namun jaminan ini wajib berupa barang lain, yaitu bukan barang obyek jual beli. Karena menjadikan barang yang dibeli sebagai jaminan (rahn al-mabii’) tidak boleh secara… Read More »

HUKUM SYARA JUAL BELI ONLINE “DROPSHIP”

Tanya : Ustadz, mohon dijelaskan hukum menjadi dropshipper? (Ummu Kultsum, Jakarta) Jawab : Dropshipper adalah orang yang melakukan jual beli dengan sistem dropshipping, yaitu sistem jual beli yang memungkinkan dropshipper menjual barang secara langsung dari supplier/toko tanpa harus menstok/membeli barangnya terlebih dulu. Mekanismenya: dropshipper menawarkan barangnya (biasanya secara on line) kepada pembeli, bermodalkan foto barang… Read More »

Muslim Menjual Peralatan Ibadah Bagi Agama Lain, Bolehkah?

Tanya : Ustadz, bagaimana hukumnya seorang muslim menjual alat ibadah untuk agama lain? Di tempat kami ada muslim yang menjual kerajinan anyaman bambu untuk tempat sesajen bagi orang Hindu? (Sulaiman, Banyuwangi) Jawab : Haram hukumnya seorang muslim menjual segala bentuk peralatan atau sarana ibadah bagi penganut agama lain. Misal, pohon cemara untuk dijadikan pohon Natal… Read More »

Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek

Tanya : Ustadz, sekarang ada layanan delivery makanan dengan ojek secara on-line. Setelah pasang aplikasi layanan tersebut di HP, kita bisa pesan makanan di suatu restoran. Pihak ojek akan membelikan dan menalangi dulu, lalu makanan diantar kepada kita. Apakah itu boleh? (Ari Rahman, Jember) Jawab : Layanan pesan-antar (delivery) makanan dengan ojek adalah layanan yang diberikan… Read More »

Batas Maksimal Laba Perdagangan, Adakah?

Oleh: Ust M Shiddiq Al Jawi Tanya : Ustadz, apakah dalam syariah Islam ada batas maksimal laba dalam perdagangan, misalnya 30persen atau 100 persen?  Muhammad, Bogor  Jawab : Yang dimaksud dengan “laba” (ar ribhu, profit) adalah tambahan dana yang diperoleh sebagai kelebihan dari beban biaya produksi atau modal. (Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al Fuqaha`, hlm. 168). Secara… Read More »